Sunday, January 22, 2017

Bagian ahli waris cucu laki laki dan cucu perempuan

Hi, Assalamualaikum wahai saudaraku!


Apa kabar?

baik?

Selamat datang di Ulumul Islamiyah

Oke sekarang kita akan membahas ilmu faraid tentang bagian ahli waris cucu laki laki dan ahli waris cucu perempuan.

Pada dasarnya ahli waris cucu laki laki dan ahli waris cucu perempuan itu sama seperti ahli waris kakek, sama maksudnya sebagai pengganti(substitute) jika ahli waris yang lebih dekat dengan si mayyit tidak ada. Jika pada ahli waris kakek, kakek menggantikan ahli waris bapak jika tidak ada. Nah kalo ahli waris cucu laki laki dan ahli waris cucu perempuan berarti menggantikan ahli waris diatasnya(yang lebih dekat dengan si mayyit) yaitu ahli waris anak laki laki dan ahli waris anak perempuan.

Nah sekarang berapa bagian masing masing ahli waris cucu laki laki dan ahli waris cucu perempuan?

Bagian ahli waris cucu laki laki dan cucu perempuan


Bagian ahli waris cucu laki laki


1. محجوب ( terhalang), jika berkumpul dengan ahli waris anak.

قول النبي ص م فما بقي فهو لاولى رجل ذكر

Sabda nabi SAW = maka jika harta tirkah sisa, maka harta tirkah tersebut untuk seorang  lelaki yang pertama, maksudnya adalah ahli waris anak laki laki.

2. عصبة (sisa), jika tidak berkumpul dengan ahli waris anak laki laki.

قال زيد بن ثابت ولد الابناء بمنزلة الولد اذا لم يكن دونهم الولد

Zaid bin tsabit berkata = Anak laki lakinya anak laki laki itu menempati posisinya anak laki laki ketika tidak ada anak laki laki itu sendiri.

Bagian ahli waris cucu perempuan


1. محجوب (terhalang), jika berkumpul dengan ahli waris anak laki laki atau ahli waris anak perempuan yang jumlahnya lebih dari satu.

Jadi jika berkumpul dengan ahli waris anak perempuan satu saja masih bisa mendapatkan warisan.

Tetapi kalau berkumpul dengan  2 ahli waris anak perempuan maka cucu perempuan akan terhalang dalam mendapatkan warisan.

Karena dari ucapan ibn mas'ud "تكملة الثلثين" atau penyempurnaan 2/3. Maksudnya jika ahli waris cucu perempuan berkumpul dengan ahli waris anak perempuan maka bagiannya cucu perempuan sudah dihabiskan oleh ahli waris anak perempuan.

Kita lihat dulu berapa bagian ahli waris anak perempuan di artikel bagian ahli waris anak laki laki dan ahli waris anak perempuan. No 3 kan mendapatkan 2/3 jika jumlahnya lebih dari 1. Nah jika ahli waris cucu perempuan berkumpul dengan satu ahli waris anak perempuan maka 1/6 + 1/2 = 2/3. Nah jika ahli waris cucu perempuan berkumpul dengan lebih dari satu ahli waris anak perempuan maka ya.... ahli waris anak perempuan = 2/3 ahli waris cucu perempuan = محجوب.
2. عصبة (sisa), jika berkumpul dengan ahli waris cucu laki laki.

3. 1/2, jika jumlahnya hanya satu orang dan tidak ada ahli waris cucu laki laki.

4. 2/3, jika jumlahnya lebih dari satu dan tidak ada ahli waris cucu laki-laki.

5. 1/6, jika berkumpul dengan ahli waris anak perempuan yang jumlahnya hanya satu.

Nah sudah jelaskan berapa bagiannya ahli waris cucu laki laki dan cucu perempuan?

jika kurang jelas silahkan tulis di komentar.

Semoga bermanfaat

Sekian

Terimakasih!

Assalamualaikum

Sumber :

Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.

Ulumul Islamiyah.

Wednesday, December 21, 2016

Bagian Ahli Waris Anak Laki Laki dan Anak Perempuan


Selamat datang di Ulumul Islamiyah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

bagaimana kabarnya ?

semoga baik baik saja.

oke, setelah kemarin menerbitkan artikel tentang perbedaan bagian ahli waris kakek dengan ahli waris bapak, sekarang saya akan membahas tentang bagian ahli waris anak laki laki dan anak perempuan.

berapakah bagian ahli waris laki laki?

berapakah bagian ahli waris perempuan?

untuk menemukan jawabannya silahkan baca lebih lanjut keterangan dibawah ini.

Bagian Ahli Waris Anak Laki Laki dan Anak Perempuan

Anak laki laki dalam ilmu faraid akan mendapatkan bagian yaitu berupa

1. عصبة

sedangkan untuk perempuan akan mendapatkan bagian

1. عصبة jika berkumpul dengan ahli waris anak laki laki.

2. 1/2 ketika jumlahnya hanya satu dan tidak ada ahli waris anak laki laki.

3. 2/3 ketika jumlahnya lebih dari satu dan tidak ada ahli waris anak laki laki.

Anak laki laki mendapat ashabah anak perempuan mendapat ashabah, jadi jika ada 1 anak laki laki dan 1 anak perempuan akan mendapatkan masing masing 1/2?

Ingat!

يوصيكم الله في اولادكم للذكر مثل حظ الانثيين

Allah mensyari'atkan kepada kalian tentang pembagian harta tirkah(warisan) untuk anak laki laki itu bagiannya seperti bagiannya dua anak perempuan.

jadi

jika ada 1 anak laki laki dan 1 anak perempuan bukan mendapatkan masing masing 1/2

tetapi

itu diibaratkan seperti 3 orang

1 anak perempuan = 1/3

1 anak laki laki = 2/3

Nah itulah bagian ahli waris anak laki laki dan anak perempuan

semoga bermanfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh




Sumber :

Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.

Ulumul Islamiyah.

Monday, December 12, 2016

Perbedaan Ahli Waris Kakek dengan Ahli Waris Bapak

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته



Perbedaan Ahli Waris Kakek dengan Ahli Waris Bapak


Selamat datang di Ulumul Islamiyah. Setelah menerbitkan artikel tentang bagian ahli waris bapak dan bagian ahli waris kakek pasti pengunjung berpikiran bahwa bagian ahli waris bapak dan bagian ahli waris kakek itu sama, memang, tapi tidak dalam 3 hal, apa saja itu?



Perbedaan ahli waris kakek dengan ahli waris bapak.

1. Jika ada ahli waris saudara sekandung/sebapak, ahli waris bapak bisa memahjubkan atau menghalangi ahli waris saudara sekandung/sebapak tersebut, sedangkan ahli waris kakek tidak bisa menghalangi ahli waris saudara sekandung/sebapak. Bahkan, antara ahli waris kakek dengan ahli waris saudara sekandung/sebapak berbagi rata dalam warisan atau istilahnya disebut مقاسمة

Contoh :

- Bapak

Rini meninggal.

Ahli warisnya

Suami = 1/2

Bapak = عصبة

Saudara sekandung/sebapak = محجوب

- Kakek 

Rini meninggal.

Ahli warisnya

Suami = 1/2

Kakek, Saudara sekandung/sebapak = مقاسمة

2. Pada masalah احدى الغروين yaitu orang meninggal dunia ahli warisnya hanya suami,bapak,ibu. Jika ahli waris bapak diganti ahli waris kakek maka masalah tersebut bukan غروين lagi.

Contoh :

- Bapak

Rani mati.

Ahli warisnya

- Suami = 1/2

- Bapak = عصبة

- Ibu = 1/3 dari باقي(sisa)

Ashlul Masalah = 6

- Suami = 1/2 x 6 = 3

6-3 = 3

- Ibu = 1/3 x 3 = 1

- Bapak = 3-1 = 2

للذكر مثل حظ الانثيين

- Kakek

Rani meninggal.

Ahli warisnya

- Suami = 1/2

- Kakek = عصبة

- Ibu = 1/3

3. Pada masalah ثانية الغروين yaitu orang meningggal dunia ahli warisnya hanya istri, bapak, ibu. Jika bapak diganti kakek maka masalah tersebut tidak berlaku (bukan masalah غروين lagi).

Contoh :

- Bapak

Budi meninggal.

Ahli warisnya

- Istri = 1/4

- Bapak = عصبة

- Ibu = 1/3 dari باقي(sisa)

Ashlul masalah = 12

Istri = 1/4 x 12 = 3

12-3 = 9

Ibu = 1/3 x 9 = 3

Bapak = 9-3 = 6

- Kakek

Budi meninggal.

Ahli warisnya

Istri = 1/4

Kakek = عصبة

Ibu = 1/3

Ashlul masalah = 12

Istri = 1/4 x 12 = 3

12-3 = 9

Ibu = 1/3 x 9 = 3

Kakek = 9-3 = 6

Nah itulah perbedaan ahli waris kakek dengan ahli waris bapak. Semoga bermanfaaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Ulumul Islamiyah

Tuesday, October 25, 2016

Indahnya Kehidupan Dalam Kerukunan[Q.S. Al-Hujurat : 10-13]

Indahnya Kehidupan Dalam Kerukunan



Hal ini dijelaskan di Alqur'an Surat Al-Hujurat ayat 10-13. Alqur'an tidak hanya menjelaskan tentang agama islam dan tata caranya saja, melainkan juga mengajarkan bagaimana hidup yang baik agar tetap terjaga kerukunannya.

Al Hujurat Ayat 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Jika dilihat dari arti harfiahnya ayat ini hanya berlaku kepada orang mukmin, tetapi maksud sebenarnya ayat ini berlaku kepada seluruh manusia, tidak hanya terkhusus pada orang mukmin.

Di Ushul Fiqih ada sebuah qaidah.

ِالعِبْرَةُ بِعُمُومِ الَّفْظِى لَا بِحُصُوصِ السَّبَب

Ibrah itu dengan umumnya lafad bukan khususnya sebab. Jadi jika orang-orang mukmin bersaudara itu memang sebab diturunkannya ayat ini, tetapi penerapannya kan tidak hanya sebatas orang-orang mukmin, tetapi menyeluruh kepada semua manusia itu bersaudara. Orang-orang mukmin itu bersaudara, sesama warga negara itu saudara, sesama manusia itu saudara. Jadi sesama saudara, jika ada diantara kalian yang saling bertengkar maka Allah menyuruh untuk mendamaikan.

Al Hujurat Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا
مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ
وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mengolok-olok kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah saling mencela satu sama lain dan jangan memanggil dengan gelar-gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Di ayat 11 dari surat al-hujurat dijelaskan bahwa sesama manusia dilarang untuk mengejek satu sama lain, dilarang untuk mencela satu sama lain, dilarang untuk merendahkan satu sama lain, dilarang untuk memanggil dengan gelar gelar buruk seperti ......... , dilarang untuk memanggil dengan panggilan sesudah iman maksudnya panggilan مرتد. Betapa indahnya hidup apabila tidak melakukan hal-hal yang dilarang diatas. Hidup akan jadi rukun dan damai, hati akan menjadi tenang. ماشاءالله
Ayat 11 ini mengajarkan ISLAM atau RUKUN?

Al Hujurat Ayat 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ
لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari kesalahan(keburukan) orang dan janganlah mempergunjing yang satu dengan lainnya. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu membencinya(memakan daging saudara yang sudah mati). Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Di ayat 12, Manusia diperintah untuk tidak berprasangka, karena kebanyakan prasangka itu bercampur dengan pendapat pribadi, yang mana nantinya akan menjadi سوء الظن (prasangka buruk) atau tingkat maksimalnya yaitu fitnah. سبحان الله. Ke 2 Manusia diperintah untuk menegakkan kebenaran, katakan yang benar itu benar meskipun itu pahit, jangan karena uang semua bisa diatur. Ke 3 dilarang untuk membuka aib orang kepada orang lain, membuka aib yang benar benar ada pada orang aja dilarang apalagi aib yang belum tentu ada pada orang tersebut, AWAS, bisa saja itu FITNAH!!!!.
Maksud dari ayat ini yaitu diperintah untuk menjaga ucapan, bagaimana agar bisa menjaga ucapan? ya dengan menjaga lisan/lidah karena lisan merupakan bagian tubuh yang berbahaya, mungkin paling berbahaya.

Seperti peribahasa arab.

الكلام ينفذ ما لا تنفذ الابر

Perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
Mulutmu Harimaumu
Lisan itu seperti pedang, mungkin lebih tajam daripada pedang.
Dan lainnya.

Ayat 12 ini mengajarkan ISLAM atau RUKUN?

Al Hujurat Ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ
لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Lagi lagi, di ayat 13 Allah berfirman bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, berbangsa2 bersuku2 supaya apa? saling membunuh? TIDAAAAAK! supaya saling MENGENAL. Maka hidup rukunlah hai bangsaku Indonesia dan saling mengenal-lah kalian satu sama yang lain. Sungguh indah sekali apabila ayat-ayat ini diterapkan di kehidupan sehari-hari. Tapi..... kenapa tidak bisa? Karena, jika semua manusia saling mengenal, hidup rukun satu dengan yang lain, nanti SETANNYA NGANGGUR. Mau gimana lagi? tugas setan kan merusak persaudaraan, memecah kerukunan dan yang lainnya, bisa-bisa nanti setannya ngopi-ngopi, santai-santai, main ps, kalau tidak bejo bisa ketangkep satpol pp. Ya, kita berusaha saja lah, karena sesungguhnya dunia ini dipenuhi dengan orang yang baik, jika kalian tidak menemui orang yang baik diantara kalian, maka jadilah orang yang baik tersebut. Sekian dari saya,

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Terimakasih Tafsirq untuk ayat-ayat dan terjemahannya.

Pendapat pribadi

-Kenapa pada ayat 10-12 yang diperintah hanya "orang-orang beriman"? karena ya memang ayatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tentunya beriman kepada Allah dan Shahabatnya pun juga beriman kepada Allah. Dan ini merupakan sebuah 'sindiran' bagi selain yang diperintah. Maka yang tidak diperintah sesungguhnya juga diperintah.

Tuesday, October 11, 2016

Bagian Ahli Waris Kakek

Qaidah ahli waris kakek/Aturan ahli waris kakek/Bagian ahli waris kakek


السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat malam pengunjung Ulumul Islamiyah. Setelah kemarin membahas tentang bagian ahli waris bapak, sekarang kita akan membahas bagian ahli waris kakek atau bapaknya bapak. Bagian ahli waris kakek tidak jauh berbeda dengan ahli waris bapak, ahli waris kakek hanya menggantikan atau menempati posisinya bapak jika ahli waris bapak tidak ada, namun jika ahli waris bapak masih ada, maka ahli waris kakek akan terhalang(termahjubkan) oleh ahli waris bapak. Untuk bagian-bagiannya bisa lihat dibawah ini.

Bagian yang akan diperoleh ahli waris kakek mempunyai 4 aturan.

Kakek akan

1. Terhalang(Mahjub), jika ada ahli waris bapak atau kakek yang lebih dekat, kakek yang lebih dekat bisa memahjubkan(menghalangi) kakek yang lebih jauh.

2. Mendapatkan Ashabah(sisa?), jika ahli waris kakek tidak berkumpul dengan ahli waris bapak dan ahli waris anak(secara mutlak).

3. Mendapatkan 1/6, jika tidak ada ahli waris bapak dan berkumpul dengan ahli waris anak.

4. Mendapatkan 1/6 dan sisa, jika tidak ada ahli waris bapak dan berkumpul dengan ahli waris anak perempuan dan semua ahli waris perempuan, hanya ahli waris kakek yang laki laki.

Nah itulah bagian ahli waris kakek, untuk perbedaannya bagian ahli waris kakek dengan ahli waris bapak akan dibahas di artikel selanjutnya.

Sekian terimakasih.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Ulumul Islamiyah