Wednesday, December 21, 2016

Bagian Ahli Waris Anak Laki Laki dan Anak Perempuan


Selamat datang di Ulumul Islamiyah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

bagaimana kabarnya ?

semoga baik baik saja.

oke, setelah kemarin menerbitkan artikel tentang perbedaan bagian ahli waris kakek dengan ahli waris bapak, sekarang saya akan membahas tentang bagian ahli waris anak laki laki dan anak perempuan.

berapakah bagian ahli waris laki laki?

berapakah bagian ahli waris perempuan?

untuk menemukan jawabannya silahkan baca lebih lanjut keterangan dibawah ini.

Bagian Ahli Waris Anak Laki Laki dan Anak Perempuan

Anak laki laki dalam ilmu faraid akan mendapatkan bagian yaitu berupa

1. عصبة

sedangkan untuk perempuan akan mendapatkan bagian

1. عصبة jika berkumpul dengan ahli waris anak laki laki.

2. 1/2 ketika jumlahnya hanya satu dan tidak ada ahli waris anak laki laki.

3. 2/3 ketika jumlahnya lebih dari satu dan tidak ada ahli waris anak laki laki.

Anak laki laki mendapat ashabah anak perempuan mendapat ashabah, jadi jika ada 1 anak laki laki dan 1 anak perempuan akan mendapatkan masing masing 1/2?

Ingat!

يوصيكم الله في اولادكم للذكر مثل حظ الانثيين

Allah mensyari'atkan kepada kalian tentang pembagian harta tirkah(warisan) untuk anak laki laki itu bagiannya seperti bagiannya dua anak perempuan.

jadi

jika ada 1 anak laki laki dan 1 anak perempuan bukan mendapatkan masing masing 1/2

tetapi

itu diibaratkan seperti 3 orang

1 anak perempuan = 1/3

1 anak laki laki = 2/3

Nah itulah bagian ahli waris anak laki laki dan anak perempuan

semoga bermanfaat

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh




Sumber :

Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.

Ulumul Islamiyah.

Monday, December 12, 2016

Perbedaan Ahli Waris Kakek dengan Ahli Waris Bapak

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته



Perbedaan Ahli Waris Kakek dengan Ahli Waris Bapak


Selamat datang di Ulumul Islamiyah. Setelah menerbitkan artikel tentang bagian ahli waris bapak dan bagian ahli waris kakek pasti pengunjung berpikiran bahwa bagian ahli waris bapak dan bagian ahli waris kakek itu sama, memang, tapi tidak dalam 3 hal, apa saja itu?



Perbedaan ahli waris kakek dengan ahli waris bapak.

1. Jika ada ahli waris saudara sekandung/sebapak, ahli waris bapak bisa memahjubkan atau menghalangi ahli waris saudara sekandung/sebapak tersebut, sedangkan ahli waris kakek tidak bisa menghalangi ahli waris saudara sekandung/sebapak. Bahkan, antara ahli waris kakek dengan ahli waris saudara sekandung/sebapak berbagi rata dalam warisan atau istilahnya disebut مقاسمة

Contoh :

- Bapak

Rini meninggal.

Ahli warisnya

Suami = 1/2

Bapak = عصبة

Saudara sekandung/sebapak = محجوب

- Kakek 

Rini meninggal.

Ahli warisnya

Suami = 1/2

Kakek, Saudara sekandung/sebapak = مقاسمة

2. Pada masalah احدى الغروين yaitu orang meninggal dunia ahli warisnya hanya suami,bapak,ibu. Jika ahli waris bapak diganti ahli waris kakek maka masalah tersebut bukan غروين lagi.

Contoh :

- Bapak

Rani mati.

Ahli warisnya

- Suami = 1/2

- Bapak = عصبة

- Ibu = 1/3 dari باقي(sisa)

Ashlul Masalah = 6

- Suami = 1/2 x 6 = 3

6-3 = 3

- Ibu = 1/3 x 3 = 1

- Bapak = 3-1 = 2

للذكر مثل حظ الانثيين

- Kakek

Rani meninggal.

Ahli warisnya

- Suami = 1/2

- Kakek = عصبة

- Ibu = 1/3

3. Pada masalah ثانية الغروين yaitu orang meningggal dunia ahli warisnya hanya istri, bapak, ibu. Jika bapak diganti kakek maka masalah tersebut tidak berlaku (bukan masalah غروين lagi).

Contoh :

- Bapak

Budi meninggal.

Ahli warisnya

- Istri = 1/4

- Bapak = عصبة

- Ibu = 1/3 dari باقي(sisa)

Ashlul masalah = 12

Istri = 1/4 x 12 = 3

12-3 = 9

Ibu = 1/3 x 9 = 3

Bapak = 9-3 = 6

- Kakek

Budi meninggal.

Ahli warisnya

Istri = 1/4

Kakek = عصبة

Ibu = 1/3

Ashlul masalah = 12

Istri = 1/4 x 12 = 3

12-3 = 9

Ibu = 1/3 x 9 = 3

Kakek = 9-3 = 6

Nah itulah perbedaan ahli waris kakek dengan ahli waris bapak. Semoga bermanfaaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Ulumul Islamiyah

Tuesday, October 25, 2016

Indahnya Kehidupan Dalam Kerukunan[Q.S. Al-Hujurat : 10-13]

Indahnya Kehidupan Dalam Kerukunan



Hal ini dijelaskan di Alqur'an Surat Al-Hujurat ayat 10-13. Alqur'an tidak hanya menjelaskan tentang agama islam dan tata caranya saja, melainkan juga mengajarkan bagaimana hidup yang baik agar tetap terjaga kerukunannya.

Al Hujurat Ayat 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Jika dilihat dari arti harfiahnya ayat ini hanya berlaku kepada orang mukmin, tetapi maksud sebenarnya ayat ini berlaku kepada seluruh manusia, tidak hanya terkhusus pada orang mukmin.

Di Ushul Fiqih ada sebuah qaidah.

ِالعِبْرَةُ بِعُمُومِ الَّفْظِى لَا بِحُصُوصِ السَّبَب

Ibrah itu dengan umumnya lafad bukan khususnya sebab. Jadi jika orang-orang mukmin bersaudara itu memang sebab diturunkannya ayat ini, tetapi penerapannya kan tidak hanya sebatas orang-orang mukmin, tetapi menyeluruh kepada semua manusia itu bersaudara. Orang-orang mukmin itu bersaudara, sesama warga negara itu saudara, sesama manusia itu saudara. Jadi sesama saudara, jika ada diantara kalian yang saling bertengkar maka Allah menyuruh untuk mendamaikan.

Al Hujurat Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا
مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ
وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mengolok-olok kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah saling mencela satu sama lain dan jangan memanggil dengan gelar-gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Di ayat 11 dari surat al-hujurat dijelaskan bahwa sesama manusia dilarang untuk mengejek satu sama lain, dilarang untuk mencela satu sama lain, dilarang untuk merendahkan satu sama lain, dilarang untuk memanggil dengan gelar gelar buruk seperti ......... , dilarang untuk memanggil dengan panggilan sesudah iman maksudnya panggilan مرتد. Betapa indahnya hidup apabila tidak melakukan hal-hal yang dilarang diatas. Hidup akan jadi rukun dan damai, hati akan menjadi tenang. ماشاءالله
Ayat 11 ini mengajarkan ISLAM atau RUKUN?

Al Hujurat Ayat 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ
لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari kesalahan(keburukan) orang dan janganlah mempergunjing yang satu dengan lainnya. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu membencinya(memakan daging saudara yang sudah mati). Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Di ayat 12, Manusia diperintah untuk tidak berprasangka, karena kebanyakan prasangka itu bercampur dengan pendapat pribadi, yang mana nantinya akan menjadi سوء الظن (prasangka buruk) atau tingkat maksimalnya yaitu fitnah. سبحان الله. Ke 2 Manusia diperintah untuk menegakkan kebenaran, katakan yang benar itu benar meskipun itu pahit, jangan karena uang semua bisa diatur. Ke 3 dilarang untuk membuka aib orang kepada orang lain, membuka aib yang benar benar ada pada orang aja dilarang apalagi aib yang belum tentu ada pada orang tersebut, AWAS, bisa saja itu FITNAH!!!!.
Maksud dari ayat ini yaitu diperintah untuk menjaga ucapan, bagaimana agar bisa menjaga ucapan? ya dengan menjaga lisan/lidah karena lisan merupakan bagian tubuh yang berbahaya, mungkin paling berbahaya.

Seperti peribahasa arab.

الكلام ينفذ ما لا تنفذ الابر

Perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
Mulutmu Harimaumu
Lisan itu seperti pedang, mungkin lebih tajam daripada pedang.
Dan lainnya.

Ayat 12 ini mengajarkan ISLAM atau RUKUN?

Al Hujurat Ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ
لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Lagi lagi, di ayat 13 Allah berfirman bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, berbangsa2 bersuku2 supaya apa? saling membunuh? TIDAAAAAK! supaya saling MENGENAL. Maka hidup rukunlah hai bangsaku Indonesia dan saling mengenal-lah kalian satu sama yang lain. Sungguh indah sekali apabila ayat-ayat ini diterapkan di kehidupan sehari-hari. Tapi..... kenapa tidak bisa? Karena, jika semua manusia saling mengenal, hidup rukun satu dengan yang lain, nanti SETANNYA NGANGGUR. Mau gimana lagi? tugas setan kan merusak persaudaraan, memecah kerukunan dan yang lainnya, bisa-bisa nanti setannya ngopi-ngopi, santai-santai, main ps, kalau tidak bejo bisa ketangkep satpol pp. Ya, kita berusaha saja lah, karena sesungguhnya dunia ini dipenuhi dengan orang yang baik, jika kalian tidak menemui orang yang baik diantara kalian, maka jadilah orang yang baik tersebut. Sekian dari saya,

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Terimakasih Tafsirq untuk ayat-ayat dan terjemahannya.

Pendapat pribadi

-Kenapa pada ayat 10-12 yang diperintah hanya "orang-orang beriman"? karena ya memang ayatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tentunya beriman kepada Allah dan Shahabatnya pun juga beriman kepada Allah. Dan ini merupakan sebuah 'sindiran' bagi selain yang diperintah. Maka yang tidak diperintah sesungguhnya juga diperintah.

Tuesday, October 11, 2016

Bagian Ahli Waris Kakek

Qaidah ahli waris kakek/Aturan ahli waris kakek/Bagian ahli waris kakek


السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat malam pengunjung Ulumul Islamiyah. Setelah kemarin membahas tentang bagian ahli waris bapak, sekarang kita akan membahas bagian ahli waris kakek atau bapaknya bapak. Bagian ahli waris kakek tidak jauh berbeda dengan ahli waris bapak, ahli waris kakek hanya menggantikan atau menempati posisinya bapak jika ahli waris bapak tidak ada, namun jika ahli waris bapak masih ada, maka ahli waris kakek akan terhalang(termahjubkan) oleh ahli waris bapak. Untuk bagian-bagiannya bisa lihat dibawah ini.

Bagian yang akan diperoleh ahli waris kakek mempunyai 4 aturan.

Kakek akan

1. Terhalang(Mahjub), jika ada ahli waris bapak atau kakek yang lebih dekat, kakek yang lebih dekat bisa memahjubkan(menghalangi) kakek yang lebih jauh.

2. Mendapatkan Ashabah(sisa?), jika ahli waris kakek tidak berkumpul dengan ahli waris bapak dan ahli waris anak(secara mutlak).

3. Mendapatkan 1/6, jika tidak ada ahli waris bapak dan berkumpul dengan ahli waris anak.

4. Mendapatkan 1/6 dan sisa, jika tidak ada ahli waris bapak dan berkumpul dengan ahli waris anak perempuan dan semua ahli waris perempuan, hanya ahli waris kakek yang laki laki.

Nah itulah bagian ahli waris kakek, untuk perbedaannya bagian ahli waris kakek dengan ahli waris bapak akan dibahas di artikel selanjutnya.

Sekian terimakasih.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Ulumul Islamiyah

Bagian Ahli Waris Bapak

Qaidah ahli waris bapak/Aturan ahli waris bapak/Bagian ahli waris bapak

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dalam Faraid bapak merupakan ahli waris yang tidak bisa terhalang dalam mendapatkan warisan selain ahli waris lainnya.

Bagian yang akan diperoleh ahli waris bapak ada 3 aturannya :


Bapak akan mendapatkan

1. Ashabah(sisa?), jika bapak tidak berkumpul dengan anak.

2. 1/6, jika berkumpul dengan anak.

3. 1/6 dan sisa, jika berkumpul dengan anak perempuan dan semua ahli waris perempuan, hanya bapak yang laki laki.

Ex =

1. Dina meninggal, ahli warisnya :

-Beni(Bapak Dina)

-Budi(Suami)

-Dini(Ibu Dina)

Disini Beni mendapatkan Ashabah karena tidak berkumpul dengan ahli waris anak(nya Dina).

2. Dina meninggal, ahli warisnya :

-Beni(Bapak Dina)

-Bro(Anak laki-laki Dina)

-Sissy(Anak perempuan Dina)

Disini Beni mendapatkan 1/6 karena berkumpul dengan ahli waris anak(nya Dina).

3. Budi meninggal, ahli warisnya :

-Dina (Istri)

-Sissy(Anak perempuan Dina)

-Jamilah(Ibu Budi)

-Bedu(Bapak Budi)

Disini Bedu mendapatkan 1/6 dan sisa karena berkumpul dengan ahli waris anak perempuan dan hanya ahli waris bapak yang laki-laki.

Sekian terimakasih.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak. Ulumul Islamiyah

Ahli Waris dari Kelompok Perempuan

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Selamat datang di Ulumul Islamiyah.

Seperti yang pernah saya tuliskan di Rukun Rukun Warisan, bahwa ahli waris adalah orang yang akan menerima warisan(harta tirkah) dari seseorang yang telah meninggal.

Ahli waris ada 2 kelompok, yaitu laki-laki dan perempuan, dari kelompok laki-laki sendiri ada 15 dan dari perempuan ada 10. Jadi total ahli waris ada 25. Setelah kemarin saya menuliskan tentang ahli waris dari kelompok laki-laki, sekarang saya akan menuliskan ahli waris dari kelompok perempuan.

Ahli waris dari kelompok perempuan

1. Anak perempuan.
2. Anak perempuannya anak laki-laki.
3. Ibu.
4. Ibu dari ibu.
5. Ibu dari bapak.
6. Saudara perempuan sekandung.
7. Saudara perempuan sebapak.
8. Saudara perempuan seibu.
9. Istri.
10. Perempuan yang memerdekakan budak.

Nah itulah macam-macam ahli waris dari kelompok perempuan.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak. Ulumul Islamiyah.

Wednesday, September 14, 2016

Ahli Waris Dari Kelompok Laki Laki

Ahli waris dari kelompok laki-laki.

                             السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat datang di Ulumul Islamiyah, kali ini Ulumul Islamiyah akan membahas tentang Ahli waris dari kelompok laki-laki.
Seperti yang pernah saya tuliskan di Rukun Rukun Warisan, bahwa ahli waris adalah orang yang akan menerima warisan(harta tirkah) dari seseorang yang telah meninggal. Ahli waris ada 2 kelompok, yaitu laki-laki dan perempuan, dari kelompok laki-laki sendiri ada 15 dan dari perempuan ada 10. Jadi total ahli waris ada 25. Tapi sekarang Ulumul Islamiyah akan menyebutkan dari kelompok laki-laki.

Ahli waris dari kelompok laki-laki

1. Anak laki-laki.
2. Anak laki-lakinya anak laki-laki.
3. Bapak.
4. Bapaknya Bapak.
5. Saudara laki-laki sekandung.
6. Anak laki-lakinya saudara laki-laki sekandung.
7. Saudara laki-laki sebapak.
8. Anak laki-lakinya saudara laki-laki sebapak.
9. Saudara laki-laki seibu.
10. Paman sekandung.
11. Anak laki-lakinya paman sekandung.
12. Paman sebapak.
13. Anak laki-lakinya paman sebapak.
14. Suami.
15. Laki-laki yang memerdekakan budak.

Nah itulah macam-macam ahli waris dari kelompok laki-laki. Semoga bermanfaat.

                              والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sumber :  Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.Ulumul Islamiyah

Sesuatu Yang Bisa Menghalangi Warisan

Sesuatu Yang Bisa Menghalangi Warisan

                                السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Pada pertemuan ini Ulumul Islamiyah akan membahas tentang sesuatu yang bisa menghalangi warisan atau sesuatu yang menyebabkan seseorang tidak bisa mewaris.

Sesuatu yang bisa menghalangi warisan, dalam bahasa arab disebut juga موانع الارث


Dilihat dari katanya موانع jamak dari منع yang artinya penghalang. موانع penghalang-penghalang/beberapa penghalang. الارث artinya warisan. Jadi موانع الارث artinya penghalang-penghalang warisan, atau sesuatu yang menghalangi warisan, jadi jika seseorang menjadi kategori dibawah ini tidak bisa mendapatkan warisan. Maka jangan lakukan dibawah ini jika masih ingin mendapatkan warisan.


Sesuatu yang bisa menghalangi warisan ada 3

1. Budak/Menjadi Budak (الرّق).

Secara bahasa budak artinya penghambaan.

Secara istilah budak artinyya orang yang lemah di mata hukum.

Orang yang sudah menjadi budak maka dia akan terhalang dari 2 sisi, yaitu :

- Menjadi Pewaris, jadi seorang yang telah menjadi budak, apabila meninggal, Harta Trikahnya tidak dapat diwariskan ke ahli waris. Balik harta yang dimilikinya akan menjadi milik tuannya.

- Menjadi Ahli Waris, budak tidak akan diberi warisan sedikitpun.

2. Membunuh (القتل). Yang dimaksud membunuh adalah membunuh kepada orang yang bisa diwarisi hartanya. Oleh karena itu orang yang membunuh tidak bisa mewaris kepada orang yang dibunuh.
Di Fiqih pembunuhan ada 3 versi, yaitu :
- Sengaja (عمد)
- Semi Sengaja (شبه العمد)
- Salah (خطاء) InsyaAllah nanti akan ditambahkan Ilmu Fiqih di Ulumul Islamiyah ini.

3. اختلاف الدين yaitu beda agama antara ahli waris dengan orang yang mewariskan hartanya.

"ORANG YANG TIDAK SEAGAMA TIDAK BISA SALING MEWARIS"


لاَ يَرِثُ المسْلِمُ الكَافِرَ وَلاَ يَرِثُ الكَافِرُ المسْلِم

Orang muslim tidak bisa(boleh) mewarisi harta orang kafir, dan orang kafir tidak bisa(boleh) mewarisi harta muslim.

Nah itulah sesuatu yang bisa menghalangi warisan, untuk baca artikel lainnya, tetap kunjungi ulumul islamiyah.


والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber :
Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Ulumul Islamiyah.

Syarat Syarat Warisan

Syarat Syarat Warisan


                        السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat malam saudara Ulumul Islamiyah.
Pada pembahasan kali ini Ulumul Islamiyah akan membahas tentang Syarat Syarat warisan.
Syarat syarat warisan merupakan syarat syarat yang harus dipenuhi agar ahli waris memperoleh warisan. Lantas apa saja syarat syarat warisan?

Syarat Syarat Warisan


1. Orang yang mewariskan harus benar benar meninggal dunia.

2. Ahli waris harus benar benar hidup disaat orang yang mewariskan meninggal dunia. Walaupun ahli waris tersebut masih ada di dalam kandungan.

3. Ahli waris faham dengan sesuatu yang berhubungan dengan warisan, yaitu jalur jalur warisan. Jalur-jalur warisan bisa cek di Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang.
Nah itulah Syarat Syarat Warisan. Semoga bermanfaat. Terus kunjungi Ulumul Islamiyah untuk ilmu-ilmu islam lainnya!

                        والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sumber :  Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak. Ulumul Islamiyah

Tuesday, September 13, 2016

Rukun Rukun Warisan

Rukun Rukun Warisan



                            السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Rukun. Dalam apa saja pasti terdapat rukun. Tanpa rukun maka tidak akan terjadi sesuatu. Sebenarnya rukun itu apa? Rukun adalah Sesuatu yang harus terpenuhi guna terjadinya sesuatu. Di dalam warisan juga ada rukun-rukunnya. Apa saja rukun rukun warisan?

Rukun Rukun Warisan

1. Ahli Waris. Yaitu orang yang akan menerima Harta Tirkah dari seseorang yang telah meninggal. Ada banyak macam-macamnya ahli waris dari kalangan laki-laki dan perempuan. Silahkan cek di post Macam Macam Ahli Waris Laki-laki dan Perempuan.
2. Pewaris. Yaitu orang yang akan mewariskan Harta Tirkah untuk Ahli Waris.
3. Harta Pewaris(Haknya Ahli Waris). Untuk lebih lanjut bisa cek di Harta Tirkah.
Nah itulah Rukun-Rukun Warisan. Semoga bermanfaat. Baca juga Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang.

                              والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sumber :  Ilmu Faraid Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.

Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang

Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang



السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته



      Setelah kemarin flashback pada zaman-zaman dahulu, yaitu pembagian warisan pada zaman jahiliyyah dan pembagian warisan pada awal permulaan islam. Sekarang ulumul islamiyah akan membahas tentang pembagian warisan menurut islam sekarang. Maksudnya, sebab-sebab seorang ahli waris bisa mendapatkan warisan melalui suatu jalur-jalur tertentu. Jalur-jalur tersebut akan dijelaskan dibawah ini.



Sebab Sebab Warisan Menurut Islam Sekarang/Cara Membagi Warisan Menurut Islam Sekarang


1. Keturunan(النّسب)

Artinya memiliki hubungan kekeluargaan dengan orang yang meninggal dunia.

Jalur keturunan ada 3. yaitu :

a. Keturunan atas( ّعلو). Contohnya bapak, ibu, kakek, nenek, dan terus keatas.

b. Keturunan menengah(توسّط). Contohnya saudara laki-laki, saudara perempuan, anak saudara laki-laki dst.

c. Keturunan kebawah(سفل). Contohnya anak, cucu, cicit, dan terus kebawah.

2. Nikah(النكاح)

Yaitu memiliki hubungan pernikahan yang sah dengan orang yang meninggal dunia.

Meskipun dalam pernikahan tersebut belum terjadi hubungan suami istri, jalur warisan ini akan terputus jika terjadi perceraian antara suami dan istri.

Tapi apabila perceraian tersebut masih dalam kategori cerai roj'i yaitu perceraian yang masih memiliki kesempatan untuk kembali lagi. Maka suami/istri masih memiliki hubungan kewarisan.

Contoh :
a. Budi menikah dengan Zainab. Pada saat Ijab,Qabul Zainab memang terlihat fit, dan disampingnya juga ada wali dan saksi, tetapi setelah semua rukun nikah selesai dan waktu sudah mulai malam tiba-tiba Zainab kelelahan dan meninggal dunia. Nah Budi bisa mewarisi harta Zainab. b. Budi menikah dengan Zainab. Pernikahan berjalan lancar tanpa kendala dan mereka menjalin rumah tangga dengan baik. Tetapi setelah 3 tahun menikah ada sebuah pertengkaran yang dahsyat sehingga Budi menjatuhkan talak kepada Zainab, tetapi masih pada kategori talak roj'i, setelah mendengar pernyataan talak tersebut, Zainab ternyata sedang menderita penyakit diabetes, karena mungkin terlalu banyak pikiran akhirnya Zainab meninggal. Nah Budi bisa mewarisi harta Zainab.

Baca Juga :

3. الولاء yaitu jalur memerdekakan budak.

     Maksudnya budak yang dimerdekakan oleh tuannya, apabila budak tersebut meninggal dunia, maka tuannya bisa menjadi ahli waris budak tersebut. Karena budak telah hilang, kemungkinan ini sudah tidak berlaku.

4. جهّة الاسلام

     Cara ini diterapkan apabila terdapat orang meninggal tetapi dia tidak memiliki ahli waris satu pun. Maka penyelesaiannya yaitu Harta Tirkah diberikan kepada بيت المال(kas bendahara islam) lalu oleh بيت المال Harta Tirkah tersebut digunakan untuk kepentingan umat islam. Nah itulah Cara/Jalur Warisan Menurut Islam Sekarang. Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber :  Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.

Friday, September 9, 2016

Pembagian Warisan Pada Permulaan Islam

Pembagian Warisan Pada Permulaan Islam                  


السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

     Saudara Ulumul Islamiyah, seperti yang kita ketahui, permulaan islam adalah suatu zaman dimana islam masih dalam tahap sembunyi-sembunyi penyebarannya. Di zaman ini orang-orang yang masuk islam dimusuhi, didzalimi, dianiaya dan perbuatan yang merugikan yang lainnya. Karena dirasa kota makkah tidak aman lagi untuk ditinggali, akhirnya Nabi Muhammad SAW mendapat perintah Allah untuk berhijrah ke madinah.
   
     Pada saat itu juga sudah ada jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan versi islam. Jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan versi islam pada waktu itu menyesuaikan keadaan pada waktu itu. Lantas apa saja jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan pada permulaan islam?

Jalur-Jalur/Sebab-Sebab Seorang Ahli Waris Mendapatkan Warisan Pada Permulaan Islam

1. Hijrah(هجرة) yaitu pindah dari makkah ke madinah bersama Rasulullah SAW. Orang yang ikut hijrah bisa mewaris kepada orang yang hijrah lainnya meskipun mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan. Orang yang tidak ikut hijrah maka tidak bisa mewaris kepada orang yang hijrah meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan.

2. ماخاة(Muakhot) yaitu pengikraran diri menjadi kerabat terhadap orang lain.


    

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah-1

Thursday, September 8, 2016

Pembagian Warisan Pada Zaman Jahiliyyah

Pembagian Warisan Pada Zaman Jahiliyyah




السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته 


Selamat datang di Ulumul Islamiyah.

Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang pembagian warisan pada zaman jahiliyyah.

Zaman jahiliyyah.

Dilihat dari arti harfiahnya jahiliyyah adalah bodoh.

Tetapi apakah orang-orang arab bodoh pada waktu itu?


TIDAK.


Justru mereka malah pandai-pandai, ada yang pandai bermain syair, ada yang pandai bermain sastra(sekarang dijadikan sebagai ilmu yaitu ilmu balaghah) dan lainnya.

Tetapi kenapa dikatakan jahiliyyah? pada zaman tersebut masyarakat arab tidak meng-imani ajaran dakwahnya nabi Muhammad SAW.

Pembagian warisan pasti ada sebab-sebab/jalur-jalur/cara-caranya. Nah pada zaman jahiliyyah sebab-sebab/jalur-jalur/cara-caranya seorang ahli waris memperoleh warisan itu ada 3.

pembagian warisan pada zaman jahiliyyah

Sebab Sebab Warisan Pada Zaman Jahiliyyah 

1. Keturunan (النسب)

Tidak semua keturunan bisa mendapatkan warisan pada waktu itu, hanya keturunan laki-laki saja yang bisa mendapatkan warisan, itupun harus memenuhi beberapa persyaratan.

Persyaratannya antara lain sebagai berikut :

- Berani naik kuda. Jadi ahli waris yang tidak berani naik kuda akan tersingkirkan.

- Berani membunuh musuh. Jadi kalo naik kuda berani tetapi tidak berani membunuh musuh maka akan tersingkirkan juga.

- Bisa mengambil harta rampasan perang.

Berani naik kuda sudah berani membunuh musuh sudah tetapi tidak bisa mengambil harta rampasan perang? tersingkirkan juga.

Jika seorang pewaris tidak memiliki ahli waris laki-laki seperti diatas maka akan menggunakan cara ke-dua yaitu

2. Mengangkat anak/Mengadopsi anak (التبني)

Cara ini dilakukan pada zaman jahiliyah dulu, apabila pewaris tidak memiliki seorang ahli waris dengan kriteria diatas.

Catatan : Orang yang mengaku-ngaku anak/bapak dengan tujuan untuk mendapatkan warisan maka dosa besar dan akan mendapat laknat dari Allah, malaikat dan semua manusia.

Syaikhoni(Bukhori-Muslim) juga berkata : Orang yang mengaku ayah padahal tahu itu bukan ayahnya maka surga haram baginya.

Ibnu katsir juga berkata dalam tafsirnya : Bila ada orang mengakui seseorang sebagai anak dengan dasar senang/memulyakan maka tidak dilarang, seperti Nabi Muhammad SAW pernah memanggil Shohabat Anas dengan sebutan Wahai Anakku atau dalam arabnya kurang lebih seperti ini


 كَمَا نَادَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَنَسًا فَقَالَ لَهُ يَا بُنَيَّ 


Artinya : Seperti Nabi SAW memanggil Shohabat Anas dengan sebutan wahai .anakku .

Contoh dalam hadist berikut


 قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بُنَيَّ إِنْ قَدَرْتَ أَنْ تُصْبِحَ وَتُمْسِيَ لَيْسَ فِي قَلْبِكَ غِشٌّ لِأَحَدٍ فَافْعَلْ ثُمَّ قَالَ لِي يَا بُنَيَّ وَذَلِكَ مِنْ سُنَّتِي وَمَنْ أَحْيَا سُنَّتِي فَقَدْ أَحَبَّنِي وَمَنْ أَحَبَّنِي كَانَ مَعِي فِي الْجَنَّةِ 


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku: “Wahai, anakku! Jika kamu mampu pada pagi sampai sore hari di hatimu tidak ada sifat khianat pada seorangpun, maka perbuatlah,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku lagi: “Wahai, anakku! Itu termasuk sunnahku. Dan barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang telah mencintaiku, .maka aku bersamanya di Surga

3. الحلف والعهد yaitu ikrar yang dibuat oleh kedua belah pihak, jika salah satu dari mereka meninggal dunia maka yang hidup bisa mewarisi hartanya yang mati terlebih dahulu. 

Nah itulah Jalur-Jalur/Sebab-Sebab/Cara-Cara Warisan Pada Zaman Jahiliyyah. Sebab-Sebab diatas sudah tidak berlaku lagi sekarang.

Untuk sebab-sebab/jalur-jalur warisan pada permulaan islam silahkan baca :

Pembagian Warisan Pada Permulaan Islam.

Atau

Jika mau tahu sebab-sebab/jalur-jalur warisan pada islam sekarang silahkan baca :

Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته 

Sumber : Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah-1

Monday, September 5, 2016

Harta Tirkah

Harta Tirkah

harta tirkah
berasal dari bahasa Arab المال yang artinya harta dan التركة yang berarti tinggalan atau warisan.
                                                             

                                                           السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Sebelum mempelajari ilmu faraid alangkah baiknya kita mengetahui tentang apa itu Harta Tirkah.


Pengertian Harta Tirkah ( harta peninggalan )

     Dalam Ilmu Faraid Harta Tirkah adalah Harta yang ditinggalkan oleh orang yang meniggal dunia yang tidak boleh dihibahkan dan diwakafkan. Kenapa tidak boleh dihibahkan dan diwakafkan?

Karena ada kewajiban yang harus dilaksanakan oleh ahli waris dengan harta tirkah tersebut


Kewajiban-kewajiban tersebut diantaranya

1. Tajhiz


     Tajhiz ialah segala yang diperlukan seseorang yang meninggal dunia ,sejak dari wafatnya sampai pada penguburannya., seperti: belanja keperluan mayyit, memandikan, mengkafani,sampai pada mengubur.


2. Menebus barang gadai


Yakni, Menebus barang milik mayyit yang pernah digadaikan.


3. Melunasi hutang-hutang


    Menurut ibnu Hazm dan Asyafii, baik mendahulukan hutang pada allah seperti zakat dan kafarat,atas hutang kepada manusia.


4. Pelaksanaan wasiat


     Hak ketiga yaitu pelaksanaan wasiat,dalam batas-batas yang dibenarkan syara’ tanpa perlu persetujuan para waris yaitu,tidak lebih dari seper tiga harta peninggalan,sesudah diambil untuk keperluan tajhiz dan keperluan membayar hutang , baik wasiat itu untuk waris ataupun untuk orang lainJika pengambilan harta untuk pelaksnaan wasiat lebih dari seper tiga,maka diperlukan persetujuan dari pihak para waris.


5. Pembagian sisa harta kepada ahli waris


     Harta yang dimiliki oleh pewaris apabila masih sisa harta, sesudah diambil keperluan tajhiz keperluan membayar hutang dan wasiat. Maka sisa itu menjadi harta waris dan dibagi menurut ketentuan syara’.

Harta gono-gini

     Sebelum harta dibagi-bagi kepada para ahli waris, hukum adat meneliti lebih dahulu macam dan asal harta peninggalan itu apakah merupakan harta masing-masing pihak yang terpisah satu sama lain atau merupakan harta campuran dari suami dan istri.
     
     Jika harta kekayaan masing-masing yang diperoleh secara warisan itu hanya dapat diwarisi oleh anak-anak si mati itu sendiri dan kalau tidak mempunyai anak diwarisi oleh keluarga yang meninggal,selanjutnya harta yang diperoleh secara hibah atau dengan hasil usaha sendiri,dapat diwarisi oleh anak istri atau suami yang masih hidup.

Cara Memisahkan Harta Gono-Gini

1. Omset kekayaan diambil modal awal.
2. Modal awal diberikan kepada masing-masing suami, istri.
3. Sisa kekayaan dibagi 2 dan diberikan kepada masing-masing suami, istri.
c. Kewajiban yang harus dilakukan dengan harta tirkah(peninggalan)

Baca juga
                                                               والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber :
Kitab Al Miftah oleh (Alm) KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.

Monday, August 29, 2016

Ilmu Faraid, Pengertian, Pengarang, Hukum, dan Kegunaannya

Ilmu Faraid

                                                         السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته



     Ilmu Faraid adalah salah satu ilmu dalam islam yang merupakan gabungan dari fiqih yang menjelaskan tentang warisan dengan ilmu hisab atau hitungan. Ilmu Faraid berasal dari Allah, sebagaimana dijelaskan dalam Firman Allah, QS An-Nisa' ayat 7



لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا تَرَكَ الْوَالِدَانِ وَالْأَقْرَبُونَ مِمَّا قَلَّ مِنْهُ أَوْ كَثُرَ  نَصِيبًا مَفْرُوضًا


     Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan.

Pengertian Ilmu Faraid

Ilmu Faraid berasal dari bahasa arab.

علم yang berarti ilmu.

فرائض jamak (taksir) dari فريضة .

Secara bahasa Faraid adalah taqdir(ketentuan).

Secara istilah Faraid adalah bagian yang telah ditetapkan untuk ahli waris seperti 1/2 1/3 1/4 1/6 1/8 2/3

     Jadi, Ilmu Faid adalah gabungan antara fiqih yang menjelaskan tentang warisan dan ilmu hitungan yang berguna untuk mengetahui bagian yang akan diperoleh oleh ahli waris(orang yang berhak atas harta tirkah).

Pengarang Ilmu Faraid

Pengarang ilmu faraid yaitu Allah Swt. dan Mujtahid.

Hukum Mempelajari Ilmu Faraid

Hukum mempelajari ilmu faraid ada 2

1. Wajib 'ain ketika tak ada satu orangpun yang mempelajari ilmu faraid pada tempat yang ditinggali manusia.

2. Wajib kifayah ketika sudah ada orang yang mempelajarinya pada tempat yang ditinggali manusia.

     Tempat itu tidak tahu berapa cakupannya, apakah suatu desa, apakah suatu kota, yang penting tempat yang ditinggali manusia. Jika sudah ada seseorang yang sudah mempelajari ilmu faraid di dareah kalian, maka sebaiknya ikut belajar juga agar ilmu faraid masih bisa bertahan.

     Dari Abu Hurairah R.A Rasulullah SAW bersabda : belajarlah ilmu faraid karena sesungguhnya ilmu faraid itu dari agamamu dan sesungguhnya ilmu faraid itu setengah ilmu(islam) dan sesungguhnya ilmu faraid itu ilmu yang pertama kali dicabut dari umatku.

     Kita mungkin pernah melihat fenomena orang orang membagikan warisan dengan cara bagi rata, tidak melihat laki laki bagiannya berapa, wanita bagiannya berapa, dll. Itu merupakan salah satu bukti bahwa ilmu faraid lama kelamaan memang akan hilang, manusia seperti itu hanya mengedepankan nafsu ammarah untuk menentukan sebuah keadilan. Mereka sebenarnya tidaklah menentukan sebuah keadilan melainkan hanyalah  sebuah keadilan yang dusta. Subhanallah.

Kegunaan Ilmu Faraid

     Kegunaan ilmu faraid yaitu untuk mengetahui bagian bagian yang akan diperoleh oleh masing masing ahli waris dari kalangan laki laki dan perempuan.
Nah itulah Pengertian, Pengarang, Hukum, dan Kegunaan Ilmu Faraid. Semoga bermanfaat bagi semuanya. Sekian terimakasih.

                                                       والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Kitab Al Miftah oleh (Alm) KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.

Thursday, August 25, 2016

Selamat datang di blog Ulumul Islamiyah

Tags

Selamat datang di Blog Ululmul Islamiyah 

        أهلا وسهلا الى هذا البلوق علوم الاسلاميه


                                            السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

     Ulumul Islamiyah merupakan blog yang berisi tentang ilmu-ilmu islam seperti Ilmu Faraid, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, Ushul Fiqih, Fiqih, Alqur'an Hadist, Bahasa Arab dll. 

Tujuan dibuatnya blog ini yaitu sebagai media informasi tentang ilmu-ilmu islam.

     Awal mula dibuatnya blog ini yaitu karena melihat perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga ilmu-ilmu islam, terutama salafiyah semakin sedikit peminatnya karena manusia cenderung memikirkan teknologi. Untuk itu penulis berinisiatif untuk melestarikan ilmu-ilmu islam dengan cara menulisnya di blog ini.

Selamat datang dan selamat membaca di blog Ulumul Islamiyah/علوم الاسلاميه ini yang ان شاء الله berkah.
                                                       

                                             والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته