Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang

Pembagian Warisan Menurut Islam Sekarang


السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Setelah kemarin flashback pada zaman-zaman dahulu, yaitu pembagian warisan pada zaman jahiliyyah dan pembagian warisan pada awal permulaan islam. Sekarang ulumul islamiyah akan membahas tentang pembagian warisan menurut islam sekarang. Maksudnya, sebab-sebab seorang ahli waris bisa mendapatkan warisan melalui suatu jalur-jalur tertentu. Jalur-jalur tersebut akan dijelaskan dibawah ini.

Sebab Sebab Warisan Menurut Islam Sekarang/Cara Membagi Warisan Menurut Islam Sekarang

1. Keturunan(النّسب)

Artinya memiliki hubungan kekeluargaan dengan orang yang meninggal dunia.

Jalur keturunan ada 3. yaitu :

a. Keturunan atas( ّعلو). Contohnya bapak, ibu, kakek, nenek, dan terus keatas.

b. Keturunan menengah(توسّط). Contohnya saudara laki-laki, saudara perempuan, anak saudara laki-laki dst.

c. Keturunan kebawah(سفل). Contohnya anak, cucu, cicit, dan terus kebawah.

2. Nikah(النكاح)

Yaitu memiliki hubungan pernikahan yang sah dengan orang yang meninggal dunia.

Meskipun dalam pernikahan tersebut belum terjadi hubungan suami istri, jalur warisan ini akan terputus jika terjadi perceraian antara suami dan istri.

Tapi apabila perceraian tersebut masih dalam kategori cerai roj'i yaitu perceraian yang masih memiliki kesempatan untuk kembali lagi. Maka suami/istri masih memiliki hubungan kewarisan.

Contoh :
a. Budi menikah dengan Zainab. Pada saat Ijab,Qabul Zainab memang terlihat fit, dan disampingnya juga ada wali dan saksi, tetapi setelah semua rukun nikah selesai dan waktu sudah mulai malam tiba-tiba Zainab kelelahan dan meninggal dunia. Nah Budi bisa mewarisi harta Zainab. b. Budi menikah dengan Zainab. Pernikahan berjalan lancar tanpa kendala dan mereka menjalin rumah tangga dengan baik. Tetapi setelah 3 tahun menikah ada sebuah pertengkaran yang dahsyat sehingga Budi menjatuhkan talak kepada Zainab, tetapi masih pada kategori talak roj'i, setelah mendengar pernyataan talak tersebut, Zainab ternyata sedang menderita penyakit diabetes, karena mungkin terlalu banyak pikiran akhirnya Zainab meninggal. Nah Budi bisa mewarisi harta Zainab.

Baca Juga :
Ilmu Balaghah

3. الولاء yaitu jalur memerdekakan budak.

Maksudnya budak yang dimerdekakan oleh tuannya, apabila budak tersebut meninggal dunia, maka tuannya bisa menjadi ahli waris budak tersebut. Karena budak telah hilang, kemungkinan ini sudah tidak berlaku.

4. جهّة الاسلام

Cara ini diterapkan apabila terdapat orang meninggal tetapi dia tidak memiliki ahli waris satu pun. Maka penyelesaiannya yaitu Harta Tirkah diberikan kepada بيت المال(kas bendahara islam) lalu oleh بيت المال Harta Tirkah tersebut digunakan untuk kepentingan umat islam. Nah itulah Cara/Jalur Warisan Menurut Islam Sekarang. Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber :  Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Previous
Next Post »