Pembagian Warisan Pada Permulaan Islam

Pembagian Warisan Pada Permulaan Islam                  


السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudara Ulumul Islamiyah, seperti yang kita ketahui, permulaan islam adalah suatu zaman dimana islam masih dalam tahap sembunyi-sembunyi penyebarannya. Di zaman ini orang-orang yang masuk islam dimusuhi, didzalimi, dianiaya dan perbuatan yang merugikan yang lainnya. Karena dirasa kota makkah tidak aman lagi untuk ditinggali, akhirnya Nabi Muhammad SAW mendapat perintah Allah untuk berhijrah ke madinah. Pada saat itu juga sudah ada jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan versi islam. Jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan versi islam pada waktu itu menyesuaikan keadaan pada waktu itu. Lantas apa saja jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan pada permulaan islam?

Jalur-Jalur/Sebab-Sebab Seorang Ahli Waris Mendapatkan Warisan Pada Permulaan Islam

1. Hijrah(هجرة) yaitu pindah dari makkah ke madinah bersama Rasulullah SAW. Orang yang ikut hijrah bisa mewaris kepada orang yang hijrah lainnya meskipun mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan. Orang yang tidak ikut hijrah maka tidak bisa mewaris kepada orang yang hijrah meskipun mereka memiliki hubungan kekerabatan.

2. ماخاة(Muakhot) yaitu pengikraran diri menjadi kerabat terhadap orang lain.

Nah itulah jalur-jalur/sebab-sebab seorang ahli waris mendapatkan warisan pada awal permulaan islam. Jalur-jalur/sebab-sebab ini telah dihapus dan diganti dengan jalur-jalur/sebab-sebab pembagian warisan menurut islam sekarang.

Silahkan baca jalur-jalur/sebab-sebab pembagian warisan menurut islam sekarang.
    
والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh Alm. KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah-1
Previous
Next Post »