Tuesday, October 25, 2016

Indahnya Kehidupan Dalam Kerukunan[Q.S. Al-Hujurat : 10-13]

Indahnya Kehidupan Dalam Kerukunan



Hal ini dijelaskan di Alqur'an Surat Al-Hujurat ayat 10-13. Alqur'an tidak hanya menjelaskan tentang agama islam dan tata caranya saja, melainkan juga mengajarkan bagaimana hidup yang baik agar tetap terjaga kerukunannya.

Al Hujurat Ayat 10

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Jika dilihat dari arti harfiahnya ayat ini hanya berlaku kepada orang mukmin, tetapi maksud sebenarnya ayat ini berlaku kepada seluruh manusia, tidak hanya terkhusus pada orang mukmin.

Di Ushul Fiqih ada sebuah qaidah.

ِالعِبْرَةُ بِعُمُومِ الَّفْظِى لَا بِحُصُوصِ السَّبَب

Ibrah itu dengan umumnya lafad bukan khususnya sebab. Jadi jika orang-orang mukmin bersaudara itu memang sebab diturunkannya ayat ini, tetapi penerapannya kan tidak hanya sebatas orang-orang mukmin, tetapi menyeluruh kepada semua manusia itu bersaudara. Orang-orang mukmin itu bersaudara, sesama warga negara itu saudara, sesama manusia itu saudara. Jadi sesama saudara, jika ada diantara kalian yang saling bertengkar maka Allah menyuruh untuk mendamaikan.

Al Hujurat Ayat 11

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا
مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ
وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki mengolok-olok kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah saling mencela satu sama lain dan jangan memanggil dengan gelar-gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Di ayat 11 dari surat al-hujurat dijelaskan bahwa sesama manusia dilarang untuk mengejek satu sama lain, dilarang untuk mencela satu sama lain, dilarang untuk merendahkan satu sama lain, dilarang untuk memanggil dengan gelar gelar buruk seperti ......... , dilarang untuk memanggil dengan panggilan sesudah iman maksudnya panggilan مرتد. Betapa indahnya hidup apabila tidak melakukan hal-hal yang dilarang diatas. Hidup akan jadi rukun dan damai, hati akan menjadi tenang. ماشاءالله
Ayat 11 ini mengajarkan ISLAM atau RUKUN?

Al Hujurat Ayat 12

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ
وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ
لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari kesalahan(keburukan) orang dan janganlah mempergunjing yang satu dengan lainnya. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu membencinya(memakan daging saudara yang sudah mati). Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Di ayat 12, Manusia diperintah untuk tidak berprasangka, karena kebanyakan prasangka itu bercampur dengan pendapat pribadi, yang mana nantinya akan menjadi سوء الظن (prasangka buruk) atau tingkat maksimalnya yaitu fitnah. سبحان الله. Ke 2 Manusia diperintah untuk menegakkan kebenaran, katakan yang benar itu benar meskipun itu pahit, jangan karena uang semua bisa diatur. Ke 3 dilarang untuk membuka aib orang kepada orang lain, membuka aib yang benar benar ada pada orang aja dilarang apalagi aib yang belum tentu ada pada orang tersebut, AWAS, bisa saja itu FITNAH!!!!.
Maksud dari ayat ini yaitu diperintah untuk menjaga ucapan, bagaimana agar bisa menjaga ucapan? ya dengan menjaga lisan/lidah karena lisan merupakan bagian tubuh yang berbahaya, mungkin paling berbahaya.

Seperti peribahasa arab.

الكلام ينفذ ما لا تنفذ الابر

Perkataan itu bisa menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
Mulutmu Harimaumu
Lisan itu seperti pedang, mungkin lebih tajam daripada pedang.
Dan lainnya.

Ayat 12 ini mengajarkan ISLAM atau RUKUN?

Al Hujurat Ayat 13

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ
لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Lagi lagi, di ayat 13 Allah berfirman bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan, berbangsa2 bersuku2 supaya apa? saling membunuh? TIDAAAAAK! supaya saling MENGENAL. Maka hidup rukunlah hai bangsaku Indonesia dan saling mengenal-lah kalian satu sama yang lain. Sungguh indah sekali apabila ayat-ayat ini diterapkan di kehidupan sehari-hari. Tapi..... kenapa tidak bisa? Karena, jika semua manusia saling mengenal, hidup rukun satu dengan yang lain, nanti SETANNYA NGANGGUR. Mau gimana lagi? tugas setan kan merusak persaudaraan, memecah kerukunan dan yang lainnya, bisa-bisa nanti setannya ngopi-ngopi, santai-santai, main ps, kalau tidak bejo bisa ketangkep satpol pp. Ya, kita berusaha saja lah, karena sesungguhnya dunia ini dipenuhi dengan orang yang baik, jika kalian tidak menemui orang yang baik diantara kalian, maka jadilah orang yang baik tersebut. Sekian dari saya,

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Terimakasih Tafsirq untuk ayat-ayat dan terjemahannya.

Pendapat pribadi

-Kenapa pada ayat 10-12 yang diperintah hanya "orang-orang beriman"? karena ya memang ayatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang tentunya beriman kepada Allah dan Shahabatnya pun juga beriman kepada Allah. Dan ini merupakan sebuah 'sindiran' bagi selain yang diperintah. Maka yang tidak diperintah sesungguhnya juga diperintah.

Tuesday, October 11, 2016

Bagian Ahli Waris Kakek

Qaidah ahli waris kakek/Aturan ahli waris kakek/Bagian ahli waris kakek


السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat malam pengunjung Ulumul Islamiyah. Setelah kemarin membahas tentang bagian ahli waris bapak, sekarang kita akan membahas bagian ahli waris kakek atau bapaknya bapak. Bagian ahli waris kakek tidak jauh berbeda dengan ahli waris bapak, ahli waris kakek hanya menggantikan atau menempati posisinya bapak jika ahli waris bapak tidak ada, namun jika ahli waris bapak masih ada, maka ahli waris kakek akan terhalang(termahjubkan) oleh ahli waris bapak. Untuk bagian-bagiannya bisa lihat dibawah ini.

Bagian yang akan diperoleh ahli waris kakek mempunyai 4 aturan.

Kakek akan

1. Terhalang(Mahjub), jika ada ahli waris bapak atau kakek yang lebih dekat, kakek yang lebih dekat bisa memahjubkan(menghalangi) kakek yang lebih jauh.

2. Mendapatkan Ashabah(sisa?), jika ahli waris kakek tidak berkumpul dengan ahli waris bapak dan ahli waris anak(secara mutlak).

3. Mendapatkan 1/6, jika tidak ada ahli waris bapak dan berkumpul dengan ahli waris anak.

4. Mendapatkan 1/6 dan sisa, jika tidak ada ahli waris bapak dan berkumpul dengan ahli waris anak perempuan dan semua ahli waris perempuan, hanya ahli waris kakek yang laki laki.

Nah itulah bagian ahli waris kakek, untuk perbedaannya bagian ahli waris kakek dengan ahli waris bapak akan dibahas di artikel selanjutnya.

Sekian terimakasih.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah.
MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak.
Ulumul Islamiyah

Bagian Ahli Waris Bapak

Qaidah ahli waris bapak/Aturan ahli waris bapak/Bagian ahli waris bapak

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dalam Faraid bapak merupakan ahli waris yang tidak bisa terhalang dalam mendapatkan warisan selain ahli waris lainnya.

Bagian yang akan diperoleh ahli waris bapak ada 3 aturannya :


Bapak akan mendapatkan

1. Ashabah(sisa?), jika bapak tidak berkumpul dengan anak.

2. 1/6, jika berkumpul dengan anak.

3. 1/6 dan sisa, jika berkumpul dengan anak perempuan dan semua ahli waris perempuan, hanya bapak yang laki laki.

Ex =

1. Dina meninggal, ahli warisnya :

-Beni(Bapak Dina)

-Budi(Suami)

-Dini(Ibu Dina)

Disini Beni mendapatkan Ashabah karena tidak berkumpul dengan ahli waris anak(nya Dina).

2. Dina meninggal, ahli warisnya :

-Beni(Bapak Dina)

-Bro(Anak laki-laki Dina)

-Sissy(Anak perempuan Dina)

Disini Beni mendapatkan 1/6 karena berkumpul dengan ahli waris anak(nya Dina).

3. Budi meninggal, ahli warisnya :

-Dina (Istri)

-Sissy(Anak perempuan Dina)

-Jamilah(Ibu Budi)

-Bedu(Bapak Budi)

Disini Bedu mendapatkan 1/6 dan sisa karena berkumpul dengan ahli waris anak perempuan dan hanya ahli waris bapak yang laki-laki.

Sekian terimakasih.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak. Ulumul Islamiyah

Ahli Waris dari Kelompok Perempuan

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Selamat datang di Ulumul Islamiyah.

Seperti yang pernah saya tuliskan di Rukun Rukun Warisan, bahwa ahli waris adalah orang yang akan menerima warisan(harta tirkah) dari seseorang yang telah meninggal.

Ahli waris ada 2 kelompok, yaitu laki-laki dan perempuan, dari kelompok laki-laki sendiri ada 15 dan dari perempuan ada 10. Jadi total ahli waris ada 25. Setelah kemarin saya menuliskan tentang ahli waris dari kelompok laki-laki, sekarang saya akan menuliskan ahli waris dari kelompok perempuan.

Ahli waris dari kelompok perempuan

1. Anak perempuan.
2. Anak perempuannya anak laki-laki.
3. Ibu.
4. Ibu dari ibu.
5. Ibu dari bapak.
6. Saudara perempuan sekandung.
7. Saudara perempuan sebapak.
8. Saudara perempuan seibu.
9. Istri.
10. Perempuan yang memerdekakan budak.

Nah itulah macam-macam ahli waris dari kelompok perempuan.

Semoga bermanfaat.

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sumber : Ilmu Faraid dari Kitab Al Miftah oleh KH Agus Magfur Murodi pendiri pondok pesantren Murodi yang berada di Jl. Suburan Barat, Mranggen, Demak, Jawa Tengah. MA Futuhiyyah 1 Mranggen, Demak. Ulumul Islamiyah.