Bagian Saudara Laki-Laki atau Perempuan Seayah dalam Warisan




Assalamualaikum...

Terimakasih telah mengunjungi blog Ulumul Islamiyah ini.

Dalam pembagian warisan secara islam, apabila ada orang meninggal(mayyit) yang memiliki saudara dari ayah yang sama dan ibu berbeda, maka saudara tersebut dapat mewarisi harta si mayyit tersebut lewat jalur hubungan nasab yakni sebagai saudara seayah.


Selanjutnya, apakah saudara seayah pasti mendapatkan warisan?

Jawabannya tidak....

Ada syarat dan ketentuannya...

Nah untuk itulah kali ini kita akan membahas tentang kaidah atau aturan bagian saudara laki-laki atau perempuan seayah dalam warisan.

Bagian Saudara Laki-Laki atau Saudara Perempuan Seayah dalam Warisan


Bagian Saudara Laki-Laki Seayah


1. Mahjub, ketika berkumpul dengan ابن , ابن الابن , اب , اخ شقيق dan اخت شقيقة yang memperoleh ashabah مع الغير. Jadi posisi saudara seayah lebih jauh daripada saudara sekandung.

2. Ashabah, ketika tidak ada ahli waris yang memahjubkan yang telah disebutkan diatas.

Bagian Saudara Perempuan Seayah


1. Mahjub, ketika berkumpul dengan ahli waris yang memahjubkan saudara laki-laki.

2. Ashabah, ketika berkumpul dengan بنت , جد , اخ للاب , بنت الابن

3. 1/2, ketika jumlahnya hanya satu orang dan tidak ada orang-orang yang mengashabahkan serta tidak ada اخت شقيق

4. 2/3, ketika jumlahnya lebih dari satu dan tidak ada orang-orang yang mengashabahkan serta tidak ada اخت شقيق

5. 1/6, ketika berkumpul dengan اخت شقيق

Nah itulah bagian saudara laki-laki atau perempuan seayah dalam warisan. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum....