Bagian Saudara Laki-Laki atau Saudara Perempuan Sekandung dalam Warisan




Assalamualaikum.

Sebelumnya admin mohon maaf karena selama ini blog ini tidak ada update dikarenakan admin sedang kelas 3, dan sekarang sudah agak tidak sibuk lagi sehingga dapat mengurus blog Ulumul Islamiyah ini kembali, insyaAllah.


Selanjutnya kita lanjutkan ngaji kita dalam pembahasan ilmu faraid dengan referensi kitab almiftah karangan Almarhum mbah KH. Agus Magfur Murod.

Setelah sebelumnya kita membahas tentang Bagian Nenek dalam Warisan. Selanjutnya sekarang kita akan membahas tentang Bagian Saudara Laki-Laki atau Saudara Perempuan Sekandung dalam Warisan.

Bagian Saudara Laki-Laki atau Saudara Perempuan Sekandung dalam Warisan


Jadi bagian saudara laki-laki atau perempuan itu sama dengan anak laki-laki ataupun perempuan, tetapi karena posisinya ini relatif tidak dekat dengan mayyit maka bagiannya mahjub(terhalang) oleh ahli waris yang lebih dekat kedudukannya dengan si mayyit, anaknya misalnya. Saudara disini maksudnya adalah saudaranya si mayyit. Ketentuan atau qaidah bagian ahli waris saudara laki-laki atau saudara perempuan dalam warisan sebagai berikut:

Bagian Saudara Laki-Laki Sekandung

1. Mahjub(Terhalang), apabila berkumpul dengan ahli waris  اب,ابن, ابن الابن وان سفل. Jadi jika terdapat ahli waris bapak, anak atau cucu atau anaknya cucu dan seterusnya kebawah, saudara laki-laki sekandung tidak dapat memperoleh warisan, karena terhalang oleh ahli waris tersebut.

2. Ashabah(sisa), apabila tidak berkumpul dengan ahli waris yang telah disebutkan diatas.

Bagian Saudara Perempuan Sekandung

1. Mahjub, ketika berkumpul dengan ahli waris yang memahjubkan ahli waris saudara laki-laki sekandung. Jadi jika ada ahli waris اب,ابن, ابن الابن وان سفل  maka bagian saudara perempuan mahjub.

2. Ashabah, jika berkumpul dengan ahli waris الاخ الشقيق, الجد, بنت الصلب او بنت الابن.
Perhatian : Ketika saudara perempuan sekandung memperoleh ashabah مع الغير maka kekuatannya sama dengan saudara laki-laki sekandung, yakni bisa memahjubkan saudara sebapak baik laki-laki maupun perempuan.

3. 1/2 ketika jumlahnya hanya satu dan tidak ada orang-orang yang mengashabahkan.

4. 2/3 ketika jumlahnya lebih dari satu dan tidak orang-orang yang mengashabahkannya.

Nah itulah bagian saudara laki-laki atau saudara perempuan sekandung dalam warisan.
Semoga bermanfaat. Wassalamualaikum...